Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2009

Suzuki Spin 125 2007 (Jakarta)

Takut Melintir!

1259spin-wahidin-dvd-1.jpgSering melakukan ubahan low rider di Yamaha Mio, Wahidin penasaran untuk melakukan style sama di Suzuki Spin 125. Untung ada Agus Mardiyanto dari Cipinang, Jakarta Timur yang merelakan Spin 125 miliknya diacak-acak modifikator asal Jawa Tengah itu. Fokus di sektor kaki-kaki.1260spin-wahidin-dvd-2.jpg

“Terbukti memang jauh lebih susah dibanding Mio atau Vario. Itu karena konstruksi engine mounting dan arm. Bentuk mounting Spin 125 seperti huruf U. Sehingga kalau dipaksakan pakai undur-undur model Mio atau Vario pasti enggak bisa. Ngeri melintir,” kata Wahidin juragan Anggrek Motor ini.

1261spin-wahidin-dvd-3.jpgKarena itulah, maka undur-undur yang dipasang punya desain atau model berbeda. “Antara batang yang dikanan dan kiri disambungkan pelat dengan ketebalan 4 mm,” cerita wong Tegal ini.

Akhirnya dengan konstruksi seperti itulah baru dirasa aman dan layak jalan. Oh ya, peranti yang menyebabkan roda belakang menjadi mundur ini mempunyai panjang 15 cm.

Hal lain yang sedikit bikin pusing adalah dalam penempatan monosok belakang. “Pasalnya enggak mau merusak banyak bagian sehingga jika ingin dibikin standar lagi enggak masalah,” lanjut ayah dua anak ini. 1262spin-wahidin-dvd-4.jpg

Karena itu dibuatkan banyak bracket atau dudukan baru buat untuk peredam kejut itu. Misal untuk pegangan atas. “Dibuatkan pipa ¾ inci yang disambungkan atau ditembuskan ke sasis. Kemudian dibaut pakai baut 12,” beber pria hitam manis ini.

1263spin-wahidin-dvd-5.jpgFrame memang menjadi sedikti cacat karena dilubangi. Tapi saat mau kembali tampil standar, enggak bakal banyak masalah. Begitu juga pegangan bawah. “Untuk itu bracket dipasangan di atas mesin atau persis di atas kipas,” kata Wahidin lebih jauh.

Material yang dipakai kali ini adalah pelat 4 mm. Untuk sok sendiri menggunakan punya Jupiter MX. Alasannya, dimensi dan tingkat kekerasan sesuai yang membuatnya memilih ini.

Di soal pemilihan monosok, Wahidin sedikit kasih tips. “Karena beban akibat roda belakang sudah berubah dan bisa dibilang sangat berat, maka jangan pilih yang terlalu keras, ngeri,” pesan Wahidin dari markasnya di Batas Kreo, Ciledug, Tangerang.

KNALPOTNYA MANA?1264spin-wahidin-dvd-6.jpg

Saat melihat penampilan utuh motor ini pasti pada bingung cari posisi knalpot. “Biar penasaran, memang sengaja dibuat ngumpet,” kekeh Wahidin.

Jelas, bukan semata karena itu, lebih pada estetika dan kenyamanan berkendara. “Kalau ditempatkan di samping akan menutupi kesan ekstrem pelek. Sementara kalau undertail, pastinya jadi sering mentok bodi,” ulas pria yang lagi kebanjiran order ini.

Kedua posisi tadi memang sempat dicoba dan terbukti kurang sip.

SKYWAVE SIPIT

Maksud hati pengin bikin Spin 125 ini jadi belo alias tidak sipit lagi. Makanya, pakai head lamp Skywave 125. Tapi akibat salah di soal pemilihan desain bodi depan, niat tadi jadi berantakan. “Ya begitu deh karena salah desain depan, sehingga malah jadi sipit gini,” aku Wahidin malu-malu.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Deli Tire 120/70-14
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Pelek depan : 4x14 inci
Pelek belakang : 6x14 inci
Sok depan : Trusty
Sok belakang : Jupiter MX
Disc depan : MyBug
Disc belakang : Kawasaki Ninja
Setang : Suzuki RGR
Head lamp : Suzuki Skywave

Yamaha Scorpio 2006 (Bogor)

Bikin Bangga!

1377scorpio---endro-1.jpgSekali lagi rumah modifikasi Dave Motor Concept (DMC), memadukan limbah dengan custom dalam sebuah harmonisasi. Terlihat jelas dalam ubahan kaki-kaki di Scorpio silver ini. Tetap ciamik!

“Kita nggak membabibuta dalam mengadopsi limbah moge. Paling penting semua bisa tampak harmonis,” kata Budi Tricahyono, juragan DMC langsung dari markasnya di Sawangan, Depok.

Tentunya Budi enggak asal ngecap. Karena memang di Scorpio ini nggak melulu ngomongin sisa dari moge alias motor gede. “Memang untuk pelek pakai Kawasaki ZX750. Tapi kalau swing-arm dan sok belakang, enggak,” lanjut Budi yang bukan kakanya Wati dan Iwan itu. 1378scorpio---endro-2.jpg

Di situ letak kesulitannya, bung! Karena mengcustom ulang lengan ayun asli supaya ideal disanding pelek lebar 5,5 inci. Pastinya, swing-arm asli diset jadi lebih ngangkang.

“Yup! Yang kita lakukan cuma bikin arm lebih terbuka. Jelas biar ban berprofil 180/60 bisa menggelinding tanpa hambatan,” lanjut pria yang pernah bekerja di bidang perhotelan ini.

Ada juga hal lain yang menyebabkan harus tetap mempertahankan orisinal. Supaya mekanik Yamaha di bengkel resmi masih mengenali. Bahkan untuk monosok, juga tetap pakai asli. Hanya perlu bikin ulang dudukan.

1379scorpio---endro-3.jpgSelain masik oke, monosok standar juga dirasa cukup kuat menopang bodi yang sekarang sudah lebih berat. Tambah berat? Tentu yang sudah pasti. Karena bodi full custom ini sudah pakai pelat galvanis.

Enggak total dengan konsep moge, juga menyentuh masalah desain bodi. “Sempat terpikir meniru full tampilan GSX. Tapi malah enggak menarik di Scorpio. Makanya banyak penyesuaian lagi,” lanjut Budi.

“Hanya desain fairing yang sedikit mengambil ide dari GSX. Tentunya selain lampu depan, lho. Lampu GSX yang ditebus juga enggak orisinial alias hanya variasi. Yang penting, tampilan Scorpio sudah berubah drastis,” bangganya.

Memang bikin bangga!

COPOTAN VARIO

Satu lagi barang copotan motor lain nemplok di Sorpio ini. Bukan diambil dari moge, tetapi dari skubek, Bro!. Persisnya lampu rem. “Kami pilih stop lamp Vario. Cukup ambil bangian tengah lampu itu,” jujur Budi.

Bentuk didesain sedemikian rupa dan nemplok di buritan yang sudah nungging abies itu. Posisi lampu persis di antara dua ujung muffler. Komentar Em-Plus, pas secara penempatan dan ukuran.

FAIRING BERLUBANG1380scorpio---endro-4.jpg

Takut mesin menjadi panas, maka Budi bikin fairing yang penuh dengan lubang. Tentunya bukan asal lubang? “Jalur udara itu penting supaya mesin nggak overheat akibat tertutup fairing,” kata ayah dari Dave ini.

Terlihat jelas kalau dia memang concern sama masalah jalur angin ini. Setelah di depan mesin dibuat lubang hawa yang ditutupi kawat nyamuk, maka di samping kiri dan kanan masing-masing dijatah tiga lubang lagi.

Dengan aksen seperti itu dijamin mesin enggak bakal bermasalah. Akibatnya, identitas motor masih bisa ditebak. Dari mana lagi kalau bukan bentuk mesin yang telanjang bugil itu.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Pirelli 180/60-17
Upside down : Suzuki GSX750
Setang : Suzuki GSX750
Disc depan : Suzuki GSX750
Head lamp : Variasi Suzuki GSX
Footstep : Yoshimura

Yamaha Mio 2007 (Lamongan)

Eropa Style

1573mio-geba-gt-1.jpgSkubek yang katanya motor cewek itu memang sudah sering dimodif jadi jantan. Mulai dari gaya trail, low rider dan buaaanyak lagi. Tapi kadang tema atau konsep ubahan terlalu nyeleneh sehingga malah asing dilihat. Beda dengan karya terbaru dari Geba Leisure Parts (GLP), Bandung kali ini.

Mio yang katanya otomatis duluan itu terlihat jadi lebih lelaki. Motornya sendiri milik seorang pengusaha dari Lamongan, Jawa Timur. “Konsepnya mengarah ke Eropa Style, di sana kan banyak matik yang buat cowok,” kata Gerie Nur Mayurie, pimpinan GLP. 1574mio-geba-gt-2.jpg

Memang beberapa detail mengambil inspirasi dari Peugeot Ludix, skuter yang lagi popluer di Perancis sana. Misalnya, model head lamp dan bodi samping. Untuk itu, bodi Mio yang slim dibuat lebih endut. “Itu supaya gagah, sehingga nggak cewek banget lagi,” timpal Ardhi Kupret, jagoan desain dari GLP.

Urusan memperbesar bagian ini digarap detail. Coba lihat cover kipas magnet yang dibuat lebih besar mengikuti bentuk cover bodi. Sehingga antara keduanya menjadi sama-sama melebihi ukuran standar. Enggak hanya diperlebar, bodi belakang juga dibikin lebih pendek sehingga motor sekarang menjadi lebih semok.

1575mio-geba-gt-3.jpgPada bagian cover bodi juga dilakukan penambahan detail yang merupakan inovasi baru. Misalnya ada pipa krom di bodi samping kiri dan kanan. Terlihat menarik memang, tapi apa maksudnya ya?

“Kalau motor laki itu kan terlihat keren dengan deltabox. Nah, ini semacam rangka tipuan,” kekeh Gerie lagi sambil membahas frame palsunya ini.

Material frame palsu tadi menggunakan pipa 1½ inci dengan panjang 140 cm sebelum ditekuk. Cara pemasangannya menggunakan baut ke rangka asli. Hal itu untuk mempermudah proses bongkar pasang.1576mio-geba-gt-4.jpg

Tuntas masalah bentuk, tinggal finishing yang tentunya juga harus macho. “Makanya pakai cat doff, kalau terlalu kinclong malah berkesan girly nantinya,” lanjut pria yang baru mendapat bayi pertama ini.

Urusan kelir ini sepakat menggunakan merek Spies Hecker. Langkah awal seluruhnya dicat silver. Kemudian untuk bagian yang berkelir merah ditimpa cat candy red. Sedang penentuan berubah menjadi dof atau kusam itu adalah dalam pemilihan pernis. Menggunakan tipe khusus yang bisa menimbulkan efek itu.

“Secara efek motor menjadi lebih serem tapi kelemahannya saat hujan atau terkena air, bodi tampak belang antara yang basah dan enggak,” aku Gerie jujur. Artinya antiair dong!

CUSTOM SETANG X1R

Untuk urusan kemudi, Gerie kepincut menggunakan komponen dari Yamaha X1R. Sudah jamak memang. Desain yang gagah menimbulkan kesan kokoh, begitu sempat diutarakannya.

Tapi taunya, posisinya nggak pas dengan bodi dan riding position di Mio ini sekarang. “Makanya dicustom pada bagian batangnya dengan penambahan aluminium baru setinggi 8 cm,” kata Gerie.

Dengan bentuk dan desain baru ini, posisi tangan jadi lebih enak. Terutama saat bekendara. Posisi kemiringan juga bisa diubah-ubah.

GADGET HI-TECH

1577mio-geba-gt-5.jpgNamanya juga bergaya Eropa modern, pastinya butuh peranti atau gadget high end. Karena itu, skubek ini juga diinstalkan GPS dan IPod Video yang berkemampuan hingga 80 gigabyte. Untuk suara disambungkan ke speaker tabung Haltech yang dipasang di atas dek.

“Posisinya dibuat enggak mengganggu kenyaman kaki pengendara, setidaknya si pemilik motornya. Kita sudah ukur semua,” beber Ardhi Kupret yang kakak kandung vokalis grup band Cangcuters itu.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Deli Tire 120/60-14
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Pelek depan : Custom 5x14 inci
Pelek belakang : Custom 6x14 inci
Sok depan : Posh
Sok belakang : YSS Classic
Knalpot : Koso
Lampu depan : Aftermarket Taiwan
Sein : Honda CT 70
Visor : Geba Leisure Part

Honda Vario 2006 (Sumedang)

X-Treem Knock Down

1689vario-sumedang-dvd-1.jpgSelama ini modifikasi low rider dibuat dengan cara memundurkan roda belakang dan diikuti menggeser mesin. Berbeda dengan rumah modifikasi SS Custom from Sumedang Jawa Barat. Untuk memundurkan roda belakang, dibuatkan arm baru. “Artinya mundur dengan posisi mesin yang masih di tempatnya,” kata Deden Darmawan, sang modifikator.1690vario-sumedang-dvd-2.jpg

“Konsepnya sih memang ekstrem, tapi menganut paham knock down alias sistem bongkar-pasang. Jika mau dibuat standar lagi tinggal lepas lengan ayun,” kata Deden yang asli Kota Tahu itu. Tapi bukan seperti MOTOR Plus yang Lebih Tahu dan Tahu Lebih.

Jadi, meski mengusung modifikasi knock down sudah bisa ikut contezt di kelas x-treem. Tapi memang knock down yang dilakukan nggak main-main. Misalnya swing-arm tambahan tadi dibuat dari pipa kotak ukuran 4x6 cm dengan ketebalan 3 mm.

1692vario-sumedang-dvd-4.jpgKarena mundurnya cukup jauh, sekitar 50 cm, maka sistem penggerak roda sekarang dibantu gir dan rantai. “Meskipun begitu, sistem CVT tetap dipertahankan dan nggak dirusak sama sekali,” lanjut pria bertubuh kurus ini. Kombinasi gir yang dipilih antara depan dan belakang adalah 1 : 1.

“Cara kerja gir depan tetap berhubungan dengan as roda asli dan disambungkan oleh adaptor,” kata ayah dua anak ini. Adaptor dibuat dari besi yang mempunyai ketebalan 16 cm. Cukup tebal memang, itu untuk mengejar posisi center antara depan dan belakang.

Nah agar roda belakang bisa mutar, maka digunakan rantai di antara gir tadi. Pilihan yang dilakukan Deden cukup unik karena dia mengambil dari rantai keteng mobil Mitsubishi L300. “Rantainya dobel, sehingga lebih kuat dari standar motor,” ungkapnya lebih jauh. 1693vario-sumedang-dvd-5.jpg

Pada bagian sekitar arm dan gir depan juga ditempatkan disc brake. “Itu berfungsi lho, malahan untuk belakang pakai dobel cakram dan teromol,” lanjut pria 35 tahun ini. Cara kerja tetap dengan satu handel dan master rem ditempatkan di bawah dek sehingga tertutup.

Bukan hanya sistem gerak roda belakang yang knock down. Bentuk bodi yang sudah ekstrem pun begitu. “Pasti nggak nyangka. Padahal itu masih menggunakan rangka asli tanpa ada yang dipotong,” kekeh Deden.

KOMBINASI MOTOR–MOBIL


1691vario-sumedang-dvd-3.jpgUntuk urusan pelek, Deden bikin inovasi gabungan antara pelek motor dan mobil. “Untuk ring pakai Toyota Avanza. Sementara palang pakai punya variasi Jupiter-Z,” ungkap juragan bengkel di Jl. Geushan Ulun, No. 142, Sumedang, Jawa Barat ini.

Kedua bagian itu bisa dibongkar pasang. “Jadi termasuk pelek two pieces dan disatukan dengan sistem baut,” cerita Deden lebih jauh.

Semuanya memang diset knock-down.



DATA MODIFIKASI


Ban depan : Bridgestone 165/70-14
Ban belakang : Vredestein 175/65-14
Pelek depan : Custom 4,5x14 inci
Pelek belakang : Custom 5,5x14 inci
Sok depan : LHK
Disc brake : Standar Vario
Filter : Koso
Knalpot : Supertrap

Minggu, 19 April 2009

Honda Vario 2007 (Surabaya)

Berkaki Banyak

1737vario---candra-1.jpgDi soal inovasi, rumah modifikasi A-Custom from Suroboyo rupanya nggak mau kalah dengan builder Jakarta atau Bandung. Kali ini proyek andalannya Honda Vario beroda 4 milik David Laibahas. Rupanya sang pemilik pria yang sering ikut contezt modifikasi mobil, karenannya banyak unsur roda empat melekat di sini.

Langkah dahsyat builder ini dimulai dari aplikasi 4 roda. Satu di depan dan 3 di belakang. “Tapi hanya ban di tengah yang aktif, yang kiri kanan nggak,” kata Andik, jagoan dari A-Custom. Hal itu supaya mesin yang masih standar nggak keberatan kalau harus dipaksa menjalankan 4 roda.
1741vario---candra-5.jpg
Antara roda yang di tengah dan samping dihubungkan pakai pelat besi setebal 2 cm. “Besi tadi menjadi semacam pegangan roda,” tambah Andik. Panjang totalnya 50 cm, artinya 25 cm ke kiri dan 25 cm ke kanan dari teromol roda tengah.

Tentunya untuk menjejalkan seluruh roda ini, jarak sumbu roda awal harus dibuat molor terlebih dahulu. Dalam proses ini Andit menggunakan 2 kali proses pemunduran. Pertama, di arm seperti undur-unur umumnya, dan yang kedua di frame depan.

1740vario---candra-4.jpg“Untuk engine-mounting pakai undur-undur 25 cm, sama kok dengan hal yang dilakukan orang,” ungkapnya. Nah, yang berbeda dalam pemanjangan frame depan, persisnya rangka di bawah dek. Pipa yang dipakai berukuran 2 dim. Ini ukuran standar Jerman, kalau lazimnya di sini sama dengan 2 inci.

“Panjangnya 40 cm, itu sengaja dilakukan supaya dek motor juga bertambah panjang, bisa buat penempatan peranti audio,” tambahnya. Dengan penambahan ini artinya motor menjadi mundur sekitar 65 cm.

Dengan ubahan pada rangka dan mounting tadi, maka motor enggak hanya sekadar pajangan. “Tapi tetap bisa dibawa jalan karena ukuran sudah pas untuk kondisi 4 roda,” janji Andik.

BODI DEPAN MAJU

Desain sepatbor belakang menarik dicermati. Semua roda dapat bagian. “Model terinspirasi desain sepatbor Harley-davidson,” kata Andik. Pilihan yang pas memang. Tapi kok di roda depan nggak ada ya?

“Oh, kalau itu disengaja, karena bagian cover depan sudah dibuat lebih maju. Sehingga tampilan seakan atau sekaligus menjadi sepatbor,” katanya saat dikonfirmasi lewat telepon. Memang bagian di bawah head lamp sudah dibuat sedemikian rupa sehingga sangat runcing.

LAMPU SENJA UNIK
1739vario---candra-3.jpg

Untuk lampu senja, A-Custom membuat sesuatu yang cukup unik. “Posisinya ditempatkan di atas, persisnya berbentuk V di setang,” cuap modifikator yang kaya ide ini. Pembuatannya menggunakan material akrilik, jadi kalau jalan malam, tampilan jadi makin mantap.

Selain itu di setang juga ditambahkan semacam kamera digital kecil. “Jadi kalau mendadak ada objek menarik bisa tinggal jepret,” celotehnya.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Deli Tire 140/60-14
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Pelek depan : TOMS lebar 7x14 inci
Pelek belakang : TOMS lebar 8x14 inci
Sok depan : Yoshimura
Sok Belakang : YSS
Head unit : Pioneer
Speaker : Hollywood
Monitor : Versiya 7 inci

Yamaha Nouvo 2006 (Sumedang)

Nouvo Grizzly

1782mio-atv-dvd-1.jpgKawasan perkebunan buah leci di kaki gunung Manglayang, Sumedang, Jawa Barat menjadi area pembuktian Yamaha Nouvo yang sudah bertransformasi bentuk menjadi ATV (All Terrain Vehicle) atau kendaraan segala medan. Tergolong sempurna karena di medan ekstrem yang membuat satu roda terangkat 30 cm pun, masih tetap berdiri.

Pelaku modifikasi ini Yudi Setiawan dan tim The BAR (Bandung Adventure Riding). Hebatnya lagi ubahan yang dilakukan nggak 1783nouvo-dvd-2.jpghanya sekadar tampilan tapi sangat fungsional. “Kita gunakan sebagai rental ATV di usaha outbond milik saya,” kata Setiawan. Bahkan melihat banyaknya respon, dia pun menjadikannya sebagai unit usaha, alias dijual.

“Patokan dalam melakukan modifikasi ini hanya dari gambar di internet,” kata Setiawan lebih jauh. Contekan gambar tadi berasal dari model Yamaha Grizzly. Faktor terberat tentunya di sektor suspensi dan rangka.

“Karena kalau bagian itu nggak sempurna, bisa-bisa ATV terguling di jalan miring, malu-maluin tuh,” lanjut ayah satu anak ini. Untuk seluruh rangka dibuat dengan pipa besi ukuran diameter ¾ inci. Sedang as roda belakang pipa berdiameter 3 cm.

1784nouvo-dvd-3.jpgSementara itu untuk roda depan karena berhubungan dengan sistem kemudi dibuatkan persis layaknya mobil. “Sayap arm depan itu menggunakan pelat Nurfil6 mm dan di kedua ujung rodanya juga menggunakan tie rod,” tambah pemilik outbond dan paintball commando di wilayah Lembang, Bandung ini. Dengan desainnya ini maka radius putar cukup membutuhkan area 3 meter, motor sudah bisa balik arah.

Selain itu di suspensi depan juga dilengkapi sokbreker ganda. “Itu menggunakan variasi untuk Honda Tiger,tapi banyak yang harus dirombak ulang,” lanjut pria bertubuh tegap ini. Modifikasi di bagian peredam kejut ini karena bobot motor sudah meningkat 3 kali lipat dan juga agar mampu melibas berbagai macam lintasan.1785nouvo-dvd-4.jpg

Bagian dari sok depan yang dirombak adalah pada bagian dalam. “Kita tambah per dan lubang oli sok di suling diperkecil. Hal itu supaya masih bisa rebound,” timpal Welly yang menjabat mekanik utama. Sayang kelirnya yang putih biru kurang serasi dengan warna bodi yang hijau army itu.

Hal sama juga dilakukan pada sok tunggal di belakang. Tapi karena hanya satu, maka per luar juga diganti pakai yang lebih besar supaya kuat. “Kita gunakan per dari Suzuki TS125, sedang dalamnya dilakukan teknik yang sama dengan sok depan,” beber Welly yang mantan mekanik balap liar ini.

Alhasil meskipun diajak ngepot atau melewati jalan berlubang akibat jalur air di gunung, masih tetap aman.

BODI FIBER

Agar tidak terlalu berat, maka seluruh bodi dibuat menggunakan fiber tipis. “Kita gunakan serat gelas hanya satu lapis, kecuali di bagian dek kaki yang dua lapis biar kuat,” cerita Setiawan.

Untuk kelir, pihak The BAR menyerahkan langsung kepada calon konsumen. “Sementara ini banyak yang order dengan gaya tentara. Mungkin kesannya lebih macho katanya,” kekeh mereka kompak.

SETANG BERAT


1786mio-atv-dvd-5.jpgSaat mencoba ATV ini setang dirasakan cukup berat. Hal itu juga diakui oleh pihak The BAR. “Tapi itu memang disengaja untuk keamanan,” kata Welly. Hal itu karena jika setang terlalu ringan, maka akan gampang terbanting saat melibas jalan jelek. Ujung-ujungnya handling menjadi susah dikendalikian.





DATA MODIFIKASI


Ban depan : 4PR 20x10-10
Ban belakang : 4PR 21x7-10
Pelek : ATV 4 x 10 inci
Gir : Custom 15 : 46
Tie rod : Suzuki Carry
Piston : Honda Tiger 0versize 100
Klep : Honda GL 30/25